kita membicarakan ini beberapa waktu yang lalu, di tengah malam saat lalu lalang orang beranjak pulang ke tempat masing-masing untuk merebahkan tubuhnya.
katamu, aku adalah manusia abu-abu
“aku melihatmu sebagai manusia abu-abu. yang aku tunggu kehadiranmu. bagaimana rasanya menjadi manusia abu-abu?”, begitu tanyamu.
aku hanya tersenyum dan memandangmu lekat-lekat.
“aku tidak pernah merasa menjadi manusia abu-abu, aku melihat aku hanyalah manusia biasa yg membutuhkan kasih sayang. menurutmu, apakah manusia abu-abu itu?”
“manusia abu-abu itu menurutku adalah manusia yang selalu membuatku terperangah, selalu ada kejutan-kejutan didalamnya. dan selama ini, aku menyukai semua kejutan yang tiba2 muncul dr dirimu. kamu, manusia abu-abu yang bisa menghangatkanku. yang membuatku nyaman.”
sekian…
Posted via email from hello, red! | Comment »